Three Cute Cherries

Rabu, 20 April 2016

Review Divergent Series: Allegiant in Bahasa

Diposting oleh Unknown di 08.34
Sekarang saya ingin mereview tentang film Allegiant yang sudah saya tonton kira-kira 2 kali. Pertama di bioskop saat hari pertama launching dan kedua setelah muncul di blog film gratis haha.

Cerita ini dibuka dengan kericuhan dari beberapa faksi saat menuju tembok pembatas namun dihadang oleh pasukan Evelyn. Kalau kita mengikuti seri sebelumnya, kita pasti ingat bahwa adegan terakhir ditutup dengan orang-orang yang berbondong-bondong dengan raut wajah penuh harap menanti sesuatu yang ada di balik tembok raksasa itu. Mungkin disini akan ada beberapa SPOILER ALERT yang menjadi penutup kisah, jadi tidak saya sarankan untuk membaca hingga selesai jika kalian belum menonton film ini.


Adegan berikutnya adalah penghakiman para Erudite yang telah membantu Jeanine melancarkan aksinya dan berujung ricuh karena memancing perseteruan antara kaum Factionless dan kaum Amity yang menginginkan perdamaian. Yah seperti kita tahu, adegan ini memicu persaingan antara Johanna dan Evelyn yang menurut saya kurang begitu penting.

Beruntung ketika tiba waktu penghakiman bagi Caleb (kakak Tris Prior), ia dibantu keluar oleh Four dengan gaya khasnya yang sangat memukau. Beruntung akhirnya mereka bisa lolos dari pasukan factionless yang menjaga pintu masuk menuju tembok besar tersebut. Tidak lupa karena kelicikan Peter, ia berhasil ikut menuju perjalanan panjang menembus batas Chicago.

Di adegan tembok raksasa ini ada satu scene yang cukup menyedihkan ketika salah satu dari mereka ada yang tertembak dan meninggal. Perjuangan mereka untuk sampai kesana menurut saya cukup menarik namun kadang tidak masuk akal, tentang alat-alat canggih yang entah darimana mereka dapatkan  (alat itu dibawa oleh Tori).

Setelah berhasil melewati tembok, ada suatu kejanggalan yang tidak bisa dimaafkan disini. Bagaimana bisa mobil berhasil melewati tembok tinggi tersebut sedangkan Tris dkk harus bersusah payah melewatinya. Apa mungkin ada jalan pintas tanpa harus melewati tembok tersebut? tapi rasanya sungguh mustahil. Atau apa mungkin mobil tersebut mampu merayap di dinding layaknya seekor cicak? Ah itu lebih mustahil lagi.

Lanjut. Akhirnya mereka sampai kepada tujuan mereka dan ditemukan oleh Biro Kesejahteraan Genetik yang dipimpin oleh David. Mereka mengklaim dirinya sebagai suatu biro yang mampu mensejahterakan kehidupan manusia dengan merekayasa genetik menjadi pure (murni). Tris adalah salah satu genetik pure tersebut dan ternyata kehidupan di chicago telah diamati sejak puluhan tahun yang lalu. Saat di BKG ini adegan lebih terfokus kepada memperkenalkan kegiatan mereka dan apa saja yang ada di dalamnya sampai akhirnya terkuak suatu misteri kelicikan dan kebusukan dari biro itu.

Adegan yang cukup keren disini adalah ketika Tris bersama Christina menerobos pasukan Evelyn dan menyelamatkan Four dari kurungan. Itu cukup romantis sih seperti menonton melowdrama namun saya seperti sudah pernah melihat adegan tersebut di seri-seri sebelumnya dan tidak ada yang baru sebenarnya dari film ini kecuali munculnya Thomas yang mirip dengan Harry Styles untuk membantu Four saat di BKG.

Ending dari film ini menurut saya kurang greget dimana karakter Evelyn kurang maksimal menampilkan ekspresi menyesalnya saat hal yang dia perbuat tidak dapat dikembalikan seperti awal. Untung saja Tris dengan sigap berhasil membalikan keadaan menjadi normal kembali sehingga gas yang membuat lupa ingatan tersebut berhasil dihentikan. Cukup senang berakhir dengan happy ending dan ditutup oleh Peter yang terjebak di perbatasan kota menuntut David yang telah menjebaknya, namun kita tahu bahwa akhirnya adalah kesia-sian hahaha.

Baiklah menurut saya cukup 6.5/10 dari saya untuk film Allegiant ini. Namun saya sarankan untuk menonton film ini jika memang kalian mengikutinya dari seri pertama karena tidak sabar kan melihat Tris dan Four dalam menembus tembok pembatas??

0 komentar:

Posting Komentar

 

Diary of Miss Cupidity Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review