Three Cute Cherries

Jumat, 20 Desember 2013

It's All about YOU

Diposting oleh Unknown di 07.56
 

"Bicara tentang kehidupan, tidak akan mungkin menemui benang merahnya. Namun, jika waktunya sudah tiba kita akan tahu sebuah jawaban mengapa kita pernah dilahirkan."

Kehidupan merupakan suatu anugerah terindah yang pernah Tuhan berikan kepada kita yang sudah seharusnya bisa kita hargai dengan penghargaan atau setidaknya rasa syukur. Tetapi, seringkali anugerah tersebut kita sepelekan bahkan kita salahgunakan. Ini bukan bicara tentang saya atau tentang anda tetapi ini bicara tentang kita. Tentang saya dan anda.

Sebagai kaum muda, saya pribadi menyadari bahwa gejolak kehidupan di masa SMA ini begitu hebat. Kebahagiaan, kekecewaan, kepercayaan, persaingan, dll pasti pernah kita hadapi. Di usia yang belum matang, seringkali kita dihadapi dengan segudang masalah pada waktu hampir bersamaan. Di saat itu juga terkadang kita kehilangan kepercayaan diri dan merasa tidak berguna. Bohong kalau kalian berkata tidak pernah merasakan hal seperti itu.


Perasaan hancur karena kekecewaan terhadap sesuatu dapat merusak benteng kasih terhadap sesama dan juga diri sendiri. Akibatnya? Kita dapat membenci diri kita, sesama, dan juga Tuhan. Sangat gawat jika kita sudah memasuki fase membenci Tuhan apalagi jika kita tidak mengindahkan perbuatan-Nya atas hidup kita. Ingat teman, kita bisa ada di dunia ini karena siapa. Kita bisa makan enak setiap hari karena siapa? Kita bisa belanja ini-itu dengan harga yang membuat dahi berkerut, juga karena siapa? Bukan karena orang tua apalagi dengan kehebatan kita sendiri, tapi itu semua karena Dia yang tak terlihat namun selalu ada di hati kita.

Dia yang mengijinkan kekecewaan dan masalah hadir dalam hidup ini. Bukan semata-mata ia ingin melihat kehancuran kita tetapi ia ingin melihat kita bangkit dan tetap memikul salib-Nya di sisa tenaga yang kita miliki. Memikul salib Tuhan itu berat teman-teman, bahkan 2000 tahun yang lalu, Tuhan sendiri sempat terjatuh beberapa kali. Memikul salib berarti berbicara tentang pergumulan, bicara tentang masalah hidup kita yang mungkin tidak kunjung selesai.

Saya bukan pendeta, bukan aktivis gereja, bukan juga orang yang selalu hidup kudus dalam Tuhan. Saya hanyalah seorang pelajar biasa yang tidak setiap hari membaca firman, saya juga pernah mengalami kekecewaan yang sangat dengan Tuhan mengapa Dia memanggil mama ketika saya baru saja lahir ke dunia, saya pernah mengalami rasa kesepian yang luar biasa disaat satu-persatu orang yang saya kasihi 'meninggalkan' saya sendiri. Dari semua permasalahan tersebut, saya belajar bahwa tidak selamanya kehidupan berjalan seperti yang kita inginkan. Dulu saya sempat berpikir, mengapa kehidupan saya begitu berbeda dengan kalian, mengapa Tuhan tidak adil dengan saya? Namun, dengan berjalannya waktu saya tersadar bahwa kenyataan pahit ini menjadikan saya sosok yang lebih tegar dibandingkan dengan orang lain.

Setelah kalian membaca cerita ini, saya tidak berharap kalian mengasihani saya. Saya hanya berharap kalian menjadi lebih menghargai hidup yang sudah Tuhan berikan kepada saudara. Mungkin kalian masih mempunyai orang tua lengkap, hidup dengan bergelimang harta, dan juga fisik yang sempurna sehingga kalian tidak pernah mengindahkan Dia yang memberi itu semua. Kita tidak pernah tahu kapan Tuhan ambil itu semua dari saya dan anda.

note: Saat kehidupan memberikan 100 alasan  untuk menangis, ingatlah kalian memiliki 10000 alasan untuk tetap tersenyum.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Diary of Miss Cupidity Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review