Three Cute Cherries

Rabu, 28 Maret 2012

Friend or Love ??

Diposting oleh Unknown di 03.17

            Hari itu adalah hari pertama Fika bersekolah di SMA Santo Paulus, Jakarta. Fika adalah murid pindahan kelas 11 dari Bandung. Ia pindah ke Jakarta karena ayahnya yang seorang TNI-AL ditugaskan oleh pimpinannya untuk bertugas di sana. Kehadiran Fika di sekolah barunya tidak begitu banyak mendapat perhatian dari teman-temannya. Mungkin teman-temannya beranggapan kalau Fika adalah gadis pembuat onar karena penampilannya sangat cuek.
 Fika memasuki kelas barunya didampingi Kepala Sekolah. Setelah sampai di kelas, Fika memperkenalkan diri didepan teman-temannya. “ Nama gue Rafika Handayani, kalian bisa panggil gue Fika. Gue murid pindahan dari SMAN 27 Bandung, gue kira cukup perkenalan dari gue” , ucap Fika jutek. “ Fika kamu bisa duduk di sana!”, ucap Bu Asri sambil menunjukkan bangku yang kosong. Teman-teman barunya terlihat tidak suka dengan kehadiran Fika sampai akhirnya Fika tidak mempunyai seorang teman.
“ Huuh masih murid baru aja udah songong banget itu anak. Gimana kalo kita kasih dia pelajaran aja?”, usul Fito kepada kedua sahabatnya. “Oke, gue punya rencana biar si Fika-Fika itu gak betah sama sekolah ini”, tambah Bimo dengan senyum penuh arti. “Woy Bi gimana setuju gak lo?”, kata Fito sedikit kesal karena daritadi Abi hanya terdiam. “Hmm terserah kalian aja deh, gue cabut dulu ya”, ucap Abi sambil pergi meninggalkan Fito dan Bimo.
Keesokan harinya saat bel berbunyi tanda istirahat telah berakhir, semua murid masuk ke dalam kelas. Namun,  ternyata hari itu diadakan razia. Siswa-siswi di kelas Fika terlihat tenang-tenang saja, mungkin karena mereka yakin tidak membawa sesuatu yang melanggar peraturan sekolah. Saat Bu Asri memeriksa tas Fika, ia menemukan satu bungkus rokok. Fika bingung mengapa ada rokok di dalam tasnya, meski terlihat berantakan tetapi Fika tidak pernah menyentuh barang-barang seperti itu.
            “ Fika, mengapa ada rokok di dalam tas kamu?  Apa kamu tidak mengerti peraturan yang ada di sekolah ini? Apa kamu mau jadi jagoan, kamu itu baru 3 hari bersekolah disini malah membawa yang tidak-tidak!” omel Bu Asri panjang lebar di depan kelas. “Itu bukan milik saya bu, saya berani sumpah demi apapun”, ucap Fika lirih hampir menangis. “ Kalau itu bukan milik kamu, jadi itu milik siapa? HAH” bentak bu Asri dengan keras. Air mata Fika pun jatuh, ia tidak bisa berkata apa-apa. Seisi kelas terdiam, tidak ada yang berani berbicara.
“Itu milik saya bu. Saya sengaja meletakkan rokok saya di dalam tas Fika. Kalau ibu mau menghukum, hukumlah saya”, kata Abi lantang. Seisi kelas terkejut mendengar pengakuan Abi. “Ooh, jadi kamu yang berbuat seperti itu. Baiklah, kamu ibu skorsing 3 hari. Fika silahkan duduk dan kamu Abi, silahkan keluar dari ruangan ini”  ucap Bu Asri.
Mulai hari itu Fika sangat membenci Abi. Ia berfikir mengapa Abi tega melakukan hal itu pada dirinya. Padahal Fika sangat mencintai Abi, Ups mencintai Abi? Ya, hal itu sudah Fika rasakan sejak pertama ia melihat Abi. Fika merasa ada sesuatu yang spesial di dalam diri cowok itu.
            Dua hari kemudian, Fika tidak sengaja mendengar pembicaraan Fito dan Bimo di warung dekat sekolah. “Kasian ya Fit, si Abi di skorsing 3 hari gara-gara perbuatan kita”, gumam Bimo. “ Yah dia sih bodoh, ngapain sok jadi pahlawan kesiangan. Jelas-jelas dia udah tau kalo rokok itu kita yang taruh ”, ucap Fito santai. Tercenganglah hati Fika mendengar itu. Ternyata Abi mengorbankan dirinya untuk Fika. Fika memutuskan untuk pergi ke rumah Abi, ia tidak peduli walupun saat itu sedang hujan deras.
            Abi terkejut melihat Fika berdiri di depan rumahnya. “ Lo ngapain di rumah gue?” tanya Abi bingung. “Gue udah tau semuanya, ternyata yang  naruh rokok itu bukan lo tapi sahabat lo kan? Gue mau berterima kasih sama lo yang udah berkorban buat gue. Kenapa lo lakuin itu, padahal lo gak salah?”, tanya Fika. “Itu karena gue ...” , gumam Abi.
            Tiba-tiba Fito dan Bimo muncul di depan rumah Abi, membuat Fika dan Abi terkejut. Mereka mendengar apa yang sedang Fika dan Abi bicarakan. “Karena apa Bi? Karena lo males sekolah kan Bi?”,  desak Bimo. “Apa itu bener Bi, lo bela gue karena memang lo pengen di skorsing biar bisa gak sekolah?” tambah Fika. Abi terdiam, ia tidak bisa menjawab pertanyaan itu.
            “Jawab Bi! Atau gue bakalan nyakitin Fika” , ucap Fito. Akhirnya Abi menjawab dengan suara hampir tak terdengar. “Itu karena gue suka sama Fika”, jawab Abi lirih. “APAA??”, ucap Fito dan Bimo bersamaan. Kali ini gantian Fika yang terdiam, dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan.
            “ Iya gue suka sama Fika dari pertama gue liat dia di sekolah. Itu alasan mengapa gue rela di skorsing, karena gue tau kalo Fika gak salah”, tukas Fito. “Oooh jadi gitu. Lo kan tau Bi gue ama Fito gak suka sama cewek ini. Jadi sekarang lo mau pilih dia apa persahabatan kita?”, tanya Bimo. “Sorry, gue pilih Fika. Gue tau dia cewek baik-baik, nggak seperti kalian”,ucap Abi.  “Oke, fine. Lo kira kita jadiin lo bener-temen? Nggak kali, lo itu cuma gue jadiin bank berjalan yang bisa gue dan Bimo manfaatin kekayaannya”, kata Fito dan Bimo sambil pergi meninggalkan Abi.
            “Thanks ya Bi, lo udah milih gue daripada sahabat-sahabat lo. Jujur gue ngerasa bersalah karena udah jadi perusak pertemanan kalian”, ucap Fika. “Iya Fik, ternyata keputusan gue tepat buat ninggalin mereka. Kalo boleh gue tau, apa lo udah ada seseorang di hati lo?”, tanya Abi. “Hmmm ...”,  gumam Fika. Suasana hening. “Gue lagi nunggu seseorang yang ada di depan gue”, ucap Fika malu. “Yang bener Fik? Kalo gitu boleh gak gue jadi pangeran di hati lo?”, tembak Abi. “Boleh kok Bi”, jawab Fika.
            Akhirnya sejak saat itu Fika merubah penampilannya dari yang buruk rupa menjadi sosok gadis cantik yang menawan. Bahkan Fika menjadi siswi tercantik di angkatannya. 

Makasih yang udah mau baca cerpen karangan gue :) God Bless You

0 komentar:

Posting Komentar

 

Diary of Miss Cupidity Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review