Hari itu adalah hari pertama Fika
bersekolah di SMA Santo Paulus, Jakarta. Fika adalah murid pindahan kelas 11 dari
Bandung. Ia pindah ke Jakarta karena ayahnya yang seorang TNI-AL ditugaskan
oleh pimpinannya untuk bertugas di sana. Kehadiran Fika di sekolah barunya
tidak begitu banyak mendapat perhatian dari teman-temannya. Mungkin
teman-temannya beranggapan kalau Fika adalah gadis pembuat onar karena
penampilannya sangat cuek.
Fika memasuki
kelas barunya didampingi Kepala Sekolah. Setelah sampai di kelas, Fika
memperkenalkan diri didepan teman-temannya. “ Nama gue Rafika Handayani, kalian
bisa panggil gue Fika. Gue murid pindahan dari SMAN 27 Bandung, gue kira cukup
perkenalan dari gue” , ucap Fika jutek. “ Fika kamu bisa duduk di sana!”, ucap
Bu Asri sambil menunjukkan bangku yang kosong. Teman-teman barunya terlihat
tidak suka dengan kehadiran Fika sampai akhirnya Fika tidak mempunyai seorang
teman.
“ Huuh masih murid baru aja udah songong banget itu
anak. Gimana kalo kita kasih dia pelajaran aja?”, usul Fito kepada kedua
sahabatnya. “Oke, gue punya rencana biar si Fika-Fika itu gak betah sama
sekolah ini”, tambah Bimo dengan senyum penuh arti. “Woy Bi gimana setuju gak
lo?”, kata Fito sedikit kesal karena daritadi Abi hanya terdiam. “Hmm terserah
kalian aja deh, gue cabut dulu ya”, ucap Abi sambil pergi meninggalkan Fito dan
Bimo.
Keesokan harinya saat bel berbunyi tanda istirahat
telah berakhir, semua murid masuk ke dalam kelas. Namun, ternyata hari itu diadakan razia. Siswa-siswi
di kelas Fika terlihat tenang-tenang saja, mungkin karena mereka yakin tidak
membawa sesuatu yang melanggar peraturan sekolah. Saat Bu Asri memeriksa tas
Fika, ia menemukan satu bungkus rokok. Fika bingung mengapa ada rokok di dalam
tasnya, meski terlihat berantakan tetapi Fika tidak pernah menyentuh
barang-barang seperti itu.
“ Fika, mengapa ada rokok di dalam tas kamu? Apa kamu tidak mengerti peraturan yang ada di sekolah ini? Apa kamu mau jadi jagoan, kamu itu baru 3 hari bersekolah disini malah membawa yang tidak-tidak!” omel Bu Asri panjang lebar di depan kelas. “Itu bukan milik saya bu, saya berani sumpah demi apapun”, ucap Fika lirih hampir menangis. “ Kalau itu bukan milik kamu, jadi itu milik siapa? HAH” bentak bu Asri dengan keras. Air mata Fika pun jatuh, ia tidak bisa berkata apa-apa. Seisi kelas terdiam, tidak ada yang berani berbicara.
“ Fika, mengapa ada rokok di dalam tas kamu? Apa kamu tidak mengerti peraturan yang ada di sekolah ini? Apa kamu mau jadi jagoan, kamu itu baru 3 hari bersekolah disini malah membawa yang tidak-tidak!” omel Bu Asri panjang lebar di depan kelas. “Itu bukan milik saya bu, saya berani sumpah demi apapun”, ucap Fika lirih hampir menangis. “ Kalau itu bukan milik kamu, jadi itu milik siapa? HAH” bentak bu Asri dengan keras. Air mata Fika pun jatuh, ia tidak bisa berkata apa-apa. Seisi kelas terdiam, tidak ada yang berani berbicara.
“Itu milik saya bu. Saya sengaja meletakkan rokok
saya di dalam tas Fika. Kalau ibu mau menghukum, hukumlah saya”, kata Abi
lantang. Seisi kelas terkejut mendengar pengakuan Abi. “Ooh, jadi kamu yang
berbuat seperti itu. Baiklah, kamu ibu skorsing 3 hari. Fika silahkan duduk dan
kamu Abi, silahkan keluar dari ruangan ini”
ucap Bu Asri.
Mulai hari itu Fika sangat membenci Abi. Ia berfikir
mengapa Abi tega melakukan hal itu pada dirinya. Padahal Fika sangat mencintai
Abi, Ups mencintai Abi? Ya, hal itu
sudah Fika rasakan sejak pertama ia melihat Abi. Fika merasa ada sesuatu yang
spesial di dalam diri cowok itu.
Dua hari kemudian, Fika tidak
sengaja mendengar pembicaraan Fito dan Bimo di warung dekat sekolah. “Kasian ya
Fit, si Abi di skorsing 3 hari gara-gara perbuatan kita”, gumam Bimo. “ Yah dia
sih bodoh, ngapain sok jadi pahlawan kesiangan. Jelas-jelas dia udah tau kalo
rokok itu kita yang taruh ”, ucap Fito santai. Tercenganglah hati Fika
mendengar itu. Ternyata Abi mengorbankan dirinya untuk Fika. Fika memutuskan
untuk pergi ke rumah Abi, ia tidak peduli walupun saat itu sedang hujan deras.
Abi terkejut melihat Fika berdiri di
depan rumahnya. “ Lo ngapain di rumah gue?” tanya Abi bingung. “Gue udah tau
semuanya, ternyata yang naruh rokok itu
bukan lo tapi sahabat lo kan? Gue mau berterima kasih sama lo yang udah
berkorban buat gue. Kenapa lo lakuin itu, padahal lo gak salah?”, tanya Fika.
“Itu karena gue ...” , gumam Abi.
Tiba-tiba Fito dan Bimo muncul di
depan rumah Abi, membuat Fika dan Abi terkejut. Mereka mendengar apa yang
sedang Fika dan Abi bicarakan. “Karena apa Bi? Karena lo males sekolah kan
Bi?”, desak Bimo. “Apa itu bener Bi, lo
bela gue karena memang lo pengen di skorsing biar bisa gak sekolah?” tambah
Fika. Abi terdiam, ia tidak bisa menjawab pertanyaan itu.
“Jawab Bi! Atau gue bakalan nyakitin
Fika” , ucap Fito. Akhirnya Abi menjawab dengan suara hampir tak terdengar.
“Itu karena gue suka sama Fika”, jawab Abi lirih. “APAA??”, ucap Fito dan Bimo
bersamaan. Kali ini gantian Fika yang terdiam, dia tidak tahu apa yang harus
dia lakukan.
“ Iya gue suka sama Fika dari
pertama gue liat dia di sekolah. Itu alasan mengapa gue rela di skorsing,
karena gue tau kalo Fika gak salah”, tukas Fito. “Oooh jadi gitu. Lo kan tau Bi
gue ama Fito gak suka sama cewek ini. Jadi sekarang lo mau pilih dia apa
persahabatan kita?”, tanya Bimo. “Sorry, gue pilih Fika. Gue tau dia cewek
baik-baik, nggak seperti kalian”,ucap Abi.
“Oke, fine. Lo kira kita jadiin lo bener-temen? Nggak kali, lo itu cuma
gue jadiin bank berjalan yang bisa gue dan Bimo manfaatin kekayaannya”, kata
Fito dan Bimo sambil pergi meninggalkan Abi.
“Thanks ya Bi, lo udah milih gue
daripada sahabat-sahabat lo. Jujur gue ngerasa bersalah karena udah jadi
perusak pertemanan kalian”, ucap Fika. “Iya Fik, ternyata keputusan gue tepat
buat ninggalin mereka. Kalo boleh gue tau, apa lo udah ada seseorang di hati
lo?”, tanya Abi. “Hmmm ...”, gumam Fika.
Suasana hening. “Gue lagi nunggu seseorang yang ada di depan gue”, ucap Fika
malu. “Yang bener Fik? Kalo gitu boleh gak gue jadi pangeran di hati lo?”,
tembak Abi. “Boleh kok Bi”, jawab Fika.
Akhirnya sejak saat itu Fika merubah
penampilannya dari yang buruk rupa menjadi sosok gadis cantik yang menawan.
Bahkan Fika menjadi siswi tercantik di angkatannya.
Makasih yang udah mau baca cerpen karangan gue :) God Bless You
0 komentar:
Posting Komentar